SUCWHT.INS
SUCROS.CSM
(A Simple and Universal Crop Growth Simulator)
Written in Continous System Modeling Program III (CSMP III)
____________________________________________
ReWritten in insightmaker.com for Wheat
and then Called SUCWHT.INS
Validasi model SUCWHT.INS dilakukan dengan cara membandingkan hasil simulasi hasil Wheat (WSO) dengan model SUCROS.CSM sebagai acuan, pada time step 2 hari memakai metode Integrasi RKSFX.
Input data iklim (Suhu maksimum, minimum dan Radiasi surya) dan data partisi tanaman Wheat memakai data yang sudah ada pada program SUCROS.CSM (Keulen et. al. , 1982) .
Hasil simulasi potensi hasil Wheat (WSO) pada tingkat Latitude (LAT) = -15, menunjukkan bahwa pada umur panen 390 hari diperoleh hasil masing-masing sebesar 3805,24 kg/ha (SUCWHT.INS), dan 3805,10 (SUCROS.CSM); dengan Koefisien determinasi (R2) = 1 dan Root Mean Square Error (RMSE) = 0,11 kg/ha.
Kesimpulannya SUCWHT.INS mempunyai prospek dikembangkan untuk simulasi potensi hasil kedelai beberapa varietas unggul kedelai di Indonesia; dengan mengganti input data partisi dan parameter tanaman Wheat dengan partisi dan parameter tanaman tanaman Kedelai.
Pustaka:Keulen H. van, F.W.T.
Penning de Vries and E.M. Drees. 1982. A summary model for crop
growth. p. 87-97. In Simulation of plant growth and crop production. F.W.T. Penning
de Vries & H.H. van Laar (eds). Simulation Monographs, Pudoc, Wageningen.
====================================
Laboratory of System Dynamic,
Postharvest and Mechanization Section,
Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (ILETRI)
P.O.Box 66, Malang 65101
INDONESIA
====================================
Malang, 21 April 2017
SELAMAT HARI KARTINI
(Habis Gelap Terbitlah Terang)
***********************
Informasi lebih lanjut hubungi:I K Tastra
iktastra@yahoo.com
and then Called SUCWHT.INS
Validasi model SUCWHT.INS dilakukan dengan cara membandingkan hasil simulasi hasil Wheat (WSO) dengan model SUCROS.CSM sebagai acuan, pada time step 2 hari memakai metode Integrasi RKSFX.
Input data iklim (Suhu maksimum, minimum dan Radiasi surya) dan data partisi tanaman Wheat memakai data yang sudah ada pada program SUCROS.CSM (Keulen et. al. , 1982) .
Input data iklim (Suhu maksimum, minimum dan Radiasi surya) dan data partisi tanaman Wheat memakai data yang sudah ada pada program SUCROS.CSM (Keulen et. al. , 1982) .
Hasil simulasi potensi hasil Wheat (WSO) pada tingkat Latitude (LAT) = -15, menunjukkan bahwa pada umur panen 390 hari diperoleh hasil masing-masing sebesar 3805,24 kg/ha (SUCWHT.INS), dan 3805,10 (SUCROS.CSM); dengan Koefisien determinasi (R2) = 1 dan Root Mean Square Error (RMSE) = 0,11 kg/ha.
Kesimpulannya SUCWHT.INS mempunyai prospek dikembangkan untuk simulasi potensi hasil kedelai beberapa varietas unggul kedelai di Indonesia; dengan mengganti input data partisi dan parameter tanaman Wheat dengan partisi dan parameter tanaman tanaman Kedelai.
Kesimpulannya SUCWHT.INS mempunyai prospek dikembangkan untuk simulasi potensi hasil kedelai beberapa varietas unggul kedelai di Indonesia; dengan mengganti input data partisi dan parameter tanaman Wheat dengan partisi dan parameter tanaman tanaman Kedelai.
Pustaka:
Keulen H. van, F.W.T. Penning de Vries and E.M. Drees. 1982. A summary model for crop growth. p. 87-97. In Simulation of plant growth and crop production. F.W.T. Penning de Vries & H.H. van Laar (eds). Simulation Monographs, Pudoc, Wageningen.
Laboratory of System Dynamic,
Postharvest and Mechanization Section,
Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (ILETRI)
P.O.Box 66, Malang 65101
INDONESIA
====================================
Malang, 21 April 2017
SELAMAT HARI KARTINI
(Habis Gelap Terbitlah Terang)
***********************
SELAMAT HARI KARTINI
(Habis Gelap Terbitlah Terang)
***********************
Informasi lebih lanjut hubungi:
I K Tastra
iktastra@yahoo.com
iktastra@yahoo.com